Minggu, 21 Oktober 2012

Lambang Persaudaraan Setia Hati

ARTI LAMBANG / LOGO SETIA HATI:

Logo ini dibuat pada tahun 1932 pada waktu Bapak Moenandar Harjowiyoto mendirikan SHO (Setia Hati Organisasi) 22 Mei 1932. dan Tahun 1972 menjadi Persaudaraan Setia Hati (SH) sampai Sekarang.


1. Logo bergambar HATI dengan tulisan SH, dilingkari oleh bintang bersudut 12 dan disetiap sudut bergaris 5.
 

2. Jumlah 12 menunjukan jumlah bulan dalam 1 tahun, bukan cuma itu. Hitungan waktu dalam jam, ada 12 jam siang & 12 jam malam. SH memberikan tuntunan, agar 12 jam itu tidak terlewatkan dengan sia-sia.
*mengkaitkan tentang rukun agama.

-Rukun agama ada 3 : Iman, Islam, Ihsan. 
-Iman ada 6, Islam 5 dan Ihsan. 
Jika dirumus secara matematika, 6 + 5 + 1 = 12. Dan sapta wasita tama 7 + panca prasetya 5 = 12
 
3. Jumlah 5 bisa menunjukan hari pasaran (Legi,Pahing,Pon,Wage,Kliwon), sholat 5 waktu, panca sila,

4. Sedangkan hati bertuliskan SH artinya: Diri (jasmani) SETIA kepada HATI SANUBARI. Setia mengandung arti tidak mau berpisah dalam kondisi apapun juga, landasanya adalah cinta kasih yg mendalam. Sedangkan HATI SANUBARI adalah tempat rasa yg paling halus dan mendalam, diibaratkan seperti duta besar berkuasa penuh antara manusia dan TUHANNYA.
 
Secara keseluruhan arti dari logo Persaudaraan Setia Hati: Sebagai kadhang SH setiap saat, hari, minggu, bulan dan tahun haruslah tetap SETIA kepada HATI SANUBARINYA.

Kamis, 18 Oktober 2012

Filsafat

beberapa butir filsafat perjuangan hidup, antara lain:

1. Sepiro gedhining sengsoro yen tinompo amung dadi cobo(seberat apapun cobaan yang diterima manusia jika dijalani dengan lapang dada akan diperoleh hikmah yang tidak terkira.)
2. Sak apik-apike wong yen aweh pitulungan kanthi dhedhemitan (Sebaik-baiknya manusia jika memberikan pertolongan dengan ikhlas tanpa pamrih dan tidak perlu diketahui orang lain).
3. Aja waton ngomong ning ngomong kang ngango waton (jangan suka berbuat jelek pada sesama berbuatlah kebajikan pada sesama).
4. Aja seneng gawe ala ing liyan, apa alane gawe senenge liyan (jangan suka mencelakakan orang lain, tidak ada jeleknya membuat senang orang lain).
5. Aja sok rumangsa bisa, nanging sing bisa rumangsa (jangan merasa diri paling super, tapi sadar diri dan sadar akan keberadaan orang lain).
6. Ngundhuh wohing pakarti, sapa nandur bakal ngundhuh (segala darma pasti akan berbuah, apapun perbuatan yang kita lakukan pasti akan kembali pada diri kita sendiri).